Selasa, 02 Februari 2016

Innalillahi wainna ilaihi raji'un

Pagi ini berita duka saya terima dari rekan-rekan di kantor, seorang mahasiswi bimbingan saya telah berpulang kerahmatullah. Almarhummah semasa hidupnya adalah sosok yang baik, ramah, santun, rajin dan berprestasi. Almarhummah adalah seorang Qori'ah dan hafidzah (hal ini membuat saya "iri"), berbagai perlombaan berkaitan yang dengan hal tersebut pernah beliau ikuti dan tak jarang menghasilkan prestasi. Dari teman-teman yang melayat ke rumah duka saya mendapatkan informasi begitu banyak orang yang menshalatkan dan mendo'akan beliau serta mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhir. Bagi saya itu menunjukkan beliau adalah sosok yang baik. Semoga almarhumah khusnul khatimah dan diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT.

Terlepas dari itu semua, setelah mendengar berita tersebut di kamar kos yang sepi ini saya pun merenung bahwa kematian datangnya tidak disangka-sangka. Sesuai firman Allah SWT dalam Al Qur'an surah Ali Imran 185 yang artinya "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." Berbagai pertanyaan dan kegundahan pun muncul dibenak saya, akan dalam keadaan apakah saya dipanggil Allah apakah dalam keadaan yang baik atau malah sebaliknya. Apakah bekal yang saya miliki? Jika saya tidak ada di dunia ini apakah yang dikenang oleh orang-orang yang ditinggalkan, apakah kebaikan atau keburukan... :(

Ah diri ini masih jauh dari predikat hamba Allah SWT yang baik. Harus memompa semangat untuk memperbaiki diri dan mengumpulkan bekal untuk "pulang". Semoga Allah SWT selalu menuntun dan menunjukkan jalan yang lurus dan diridhoi-Nya. Aamiin YRA.



Bandung, 2 Februari 2016

Senin, 01 Februari 2016

Bismillaahirrahmanirrahim

Hari ini iseng membuka twitter setelah lama tidak pernah lagi berinteraksi dengan aplikasi sosmed yang satu ini, saya menemukan tweet dari ACTforHumanity. Tweet ini berisi 10 nasehat dari Ibnul Qayyim yang dapat dijadikan obat  ketika dilanda musibah. Kita pasti pernah mengalami musibah sebagai bentuk ujian dari Allah. SWT, namun kita menyikapi berbagai musibah tersebut dengan cara yang berbeda-beda. Mudah-mudahan tulisan yang saya kutip dari twitter ini bermanfaat bagi kita semua.

10 nasehat dari Ibnul Qayyim yang dapat dijadikan obat  ketika dilanda musibah :
  1. Renungkanlah bahwa manusia dan hartanya semuanya milik Allah, semuanya hanya titipan dari-Nya.
  2. Setiap manusia akan kembali pada Sang Pencipta, alias akan meninggalkan dunia.
  3. Allah akan memberi yang semisal atau bahkan yang lebih baik bagi yang telah hilang.
  4. Ingatlah bahwa mengeluh dan menggerutu hanya menambah derita, bukan menghilangkan musibah.
  5. Jika bersabar & yakin semua akan kembali padaNya, itu lebih besar pahalanya dibanding tidak sabar
  6. Sabar & mengharap pahala itu lebih besar ganjarannya drpd mengharap yg telah hilang itu kembali.
  7. Jika kita ridho terhadap musibah, Allah pun senang dgn sikap kita. Sebaliknya jika kita benci, Allah pun akan murka.
  8. Ketahuilah bahwa Allah yg menurunkan musibah, Maha Hakim dgn hikmah yg Ia beri, juga penuh Rahmat dgn kasih sayangNya.
  9. Musibah itu datang untuk menghindarkan diri kita dari penyakit yg buruk, yaitu ujub dan sombong.
  10. Ingatlah bahwa lebih baik merasakan pahit di dunia, namun dpt merasakan lezat kehidupan akhirat.